Wednesday, 14 October 2009 on 4:52am

Mendiknas Menantang SEAMEO BIOTROP Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan

Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA meminta agar SEAMEO BIOTROP dapat berperanan dalam pencapaian program Millienium Developmental Goals (MDG) terkait dengan riset dan pengembangan dalam mendukung keamanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan pembukaan Pertemuan Dewan Pembina (Governing Board) SEAMEO BIOTROP di Bogor.  

Dalam pidato pembukaannya, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA menyatakan bahwa SEAMEO memiliki peranan penting dalam pembangunan masyarakat di Asia Tenggara agar mampu menghadapi tantangan yang dinamis dan meningkatkan hubungan antarnegara se-Asia Tenggara khususnya di bidang pendidikan. Setiap SEAMEO Center dengan bidang dan keahliannya masing-masing telah berperan terhadap pembangunan masyarakat secara keseluruhan di kawasan tersebut.

Selanjutnya Mendiknas menyatakan BIOTROP akan terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai institusi baik dalam negeri maupun luar negeri berkaitan dengan kegiatan-kegiatan penelitian, pelatihan, seminar ilmiah, dan kegiatan lokakarya lainnya.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, Rektor IPB, dalam sambutannya menyampaikan beberapa program yang telah dicapai oleh BIOTROP untuk mendukung education for sustainable development, diantaranya penelitian dan seminar mengenai perubahan iklim; pelatihan pertanian organik dan pengolahan limbah untuk guru dan masyarakat; dan pembangunan dari Bogor Science Park yang berlokasi di BIOTROP yang bertujuan agar siswa sekolah bersemangat untuk mempelajari ilmu pengetahuan.

Pada kesempatan ini SEAMEO baru saja membentuk tiga center baru di Indonesia yaitu SEAMEO Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, dan Bahasa pada bulan Juli 2009. Ketiga Center tersebut akan memiliki peran penting dalam menciptakan profesionalisme guru-guru IPA, Matematika dan Bahasa yang dapat membawa reformasi terhadap kurikulum yang dibutuhkan; memfasilitasi pengenalan proses belajar-mengajar yang baru; serta membantu mengintegrasikan teknologi pendidikan.

Dr. Bambang Purwantara, Direktur SEAMEO BIOTROP, melaporkan bahwa selama tahun 2008-2009 SEAMEO BIOTROP telah melaksanakan kegiatan dalam bidang akademik yang meliputi penelitian (21), pelatihan (20), seminar (6), lokakarya (4) dan diseminasi informasi termasuk publikasi jurnal BIOTROPIA yang diterbitkan 2 kali dalam setahun. Perluasan jejaring juga dilakukan dengan melakukan kerjasama antara lain dengan dibentuknya RCE Bogor (Regional Centre of Expertise) dibawah jejaring United Nations University yang memfokuskan pada pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan BIOTROP bertindak sebagai lembaga induk RCE Bogor. Disamping itu SEAMEO BIOTROP telah mengimplementasikan ISO/IEC 17025:2005 untuk manajemen mutu laboratorium dan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000.

Pemberdayaan masyarakat juga menjadi program kegiatan SEAMEO BIOTROP diantaranya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan industri karawang (KIIC) bersama dengan pusat SEAMEO lainnya yang berada di Indonesia (SEAMOLEC, TROPMED RCCN-UI) dan IPB. Pelatihan mengenai budidaya lele pada kolam terpal (knock down) dan jamur tiram serta pertanian organik dan kewirausahaan juga dilaksanakan bagi masyarakat umum.

Rapat Dewan Pembina (Governing Board Meeting)  yang diikuti oleh perwakilan 10 negara di Asia Tenggara diadakan setiap tahun untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai dalam oleh SEAMEO BIOTROP dalam tahun 2008/2009. Untuk tahun 2009 ini Governing Board Meeting diadakan di Bogor dari tanggal 6 – 8 oktober 2009.

Dalam acara pertemuan, Governing Board akan membahas laporan pertanggungjawaban SEAMEO BIOTROP untuk tahun anggaran 2008-2009 (1 Agustus 2008 – 31 Juli 2009), rencana kerja SEAMEO BIOTROP tahun anggaran 2009-2010.

Share this:

Latest News

First Virtual SEAMEO BIOTROP Governing Board Meeting

BIOTROP Shares Geospatial Knowledge to SMARTS-BE Program Participants

BIOTROP Formulates the Concept of Agroecoedutourism Program

BIOTROP’s Director Talks Over the Potential of Cajuput Trees in Post-Mining Land Reclamation

Exclusive interview with Dr Irdika Mansur: Revitalization of Ex-Mining Land

News Archive