Wednesday, 21 September 2011 on 3:33pm

Pelatihan Teknis Pengujian Laboratorium Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan : Jaminan Mutu Pengujian Mikotoksin

SEAMEO BIOTROP bekerja sama dengan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMP), menyelenggarakan pelatihan  Teknis Pengujian Laboratorium Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan :  Jaminan Mutu Pengujian Mikotoksin. Pelatihan dilaksanakan di  SEAMEO BIOTROP,  diikuti oleh 25 peserta berasal dari Unit Pelaksana Teknis (UPTs) Badan Karantina Pertanian seluruh Indonesia. Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 8-12 Agustus 2011.

Pelatihan ini bertujuan untuk: (1) Untuk meningkatkan pemahaman para peserta tentang konsep praktik berlaboratorium yang benar (GLP) pengelola Laboratorium Pengujian Mikotoksin, dan (2) Untuk memberikan informasi kepada Badan Karantina Pertanian Indonesia tentang bagaimana untuk memilih mitra laboratorium yang sesuai untuk melaksanakan Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 27 Tahun 2009.

Kompetensi teknis laboratorium merupakan faktor penting dalam pengujian Mikotoksin.  Mutu hasil pengujian mikotoksin sangat berpengaruh terhadap informasi yang hendak disampaikan kepada pihak terkait dan pada akhirnya akan berpengaruh pada pengelolaan serta kebijakan yang akan ditetapkan. Kompetensi teknis laboratorium pengujian mikotoksin dapat dicapai dengan cara menerapkan klausul persyaratan teknis dalam ISO 17025 sebagai berikut  :

•Meningkatkan kompetensi personil yang melakukan pengujian mikotoksin
•Memastikan bahwa kondisi akomodasi laboratorium pengujian mikotoksin tidak akan menyebabkan kesalahan hasil
•Memastikan bahwa metode pengujian mikotoksin telah diverifikasi (untuk official method) dan divalidasi (untuk non official methods)
•Memastikan bahwa peralatan telah diverifikasi kelayakannya sebelum digunakan
•Selama pengujian menggunakan reference material yang traceable dan menerapkan Internal Quality Control sebagai jaminan mutu hasil pengujian
•Pengambilan sampel dilakukan sesuai tujuan
•Penanganan sampel dilakukan sedemikian agar tidak menyebabkan kesalahan hasil pengujian
•Pengelolaan  data pengujian mikotoksin hingga diterbitkan laporan hasil pengujian dapat ditelusuri  dengan mudah

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi : 

  1. Tingkat kontaminasi dan regulasi mikotoksin disampaikan oleh Prof. Dr. Rizal Syarief dari Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB).
  2. Cendawan perusak dan mikotoksin disampaikan oleh Prof. Dr. Okky Setyawati Dharmaputra, Staf Pengajar  Dept. Biologi IPB dan Peneliti SEAMEO BIOTROP
  3. The MycoRED project for worldwide mycotoxin reduction in food and feed, and related European project for harmonization of analytical methods disampaikan oleh Dr. Angelo Visconti, Director of the Institute of Sciences of Food Production, Italy dan  MYCORED Coordinator
  4. Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Pengujian Mikotoksin disampaikan oleh Santi Ambarwati MSi, Manajer  Teknis Services Laboratory SEAMEO BIOTROP
  5. Pengujian Mikotoksin Menggunakan LC MS/MS disampaikan oleh Ferdi Ferdian Kusnadhi, PT Berca Niaga Medika (distributor resmi dari Agilent)
  6. Pengujian Mikotoksin Menggunakan Immuno Affinity Column dan Fluorometer disampaikan oleh Joko Tanadi, PT Radin Nugrah Daksatama (distributor resmi dari vicam)

 

Share this:

Latest News

Socialisation of Covid-19 Pandemic Management by Bogor City’s Covid-19 Task Force

Protocol on Visiting SEAMEO BIOTROP

SEAMEO BIOTROP's First Online Ied Al-Fitr Gathering: Muslim's Attitude toward the New Normal Era

BIOTROP Conducts Online Training Series on Urban Agriculture

Postponement of SEAMEO BIOTROP Internship Activities

News Archive